Rabu, 19 Juni 2013

DEMONSTRASI Hobby Penduduk Indonesia. . . !?




Semuanya pasti tidak asin ketika melihat banyak warga, mahasiswa, anak- anak, orang tua, bergerombol dan berbondong – bondong membawa spanduk, ban, mencoreng muka, dan foto. Yah “DEMONSTRASI…” siapa yag tidak tau hal itu, bahkan mungkin sudah menjadi hal biasa ketika melihat aksi seperti itu sedang terjadi di sekitar anda. Sangat miris melihat kenyataan bahwa hobi bangsa kita kini adalah berdemo.



 
Saat ini, penduduk kita menganggap bahwa demonstrasi merupakan solusi paling instan dalam menyelesaikan suatu masalah yang dianggap tidak sesuai dengan cara pandang dan keinginan mereka. Demo kini dianggap kalau tidak berdemo maka pemerintah baru mau mendengarkan apa yang menjadi pendapat mereka. “kalau tidak dengan cara ini pasti orang – orang di pemerintahan mana mau mendengarkan pendapat rakyat kecil”. Rata – rata para pendemo selalu berpikir seperti itu.
Padahal, tidak harus semua masalah di selalu di selesaikan dengan cara seperti itu kan?
Masih bisa di adakan musyawarah mufakat yang lebih tertib dan damai. Tapi sangat mengherankan bahwa antara masyarakat dan pemerintah tidak terjalin kerjasama yang baik. Masing – masing bersembunyi dalam tameng mereka sendiri. Mereka berudaha mengamankan diri masing – masing. Itulah yang menjadi awal dari masalah bangsa kita. Sehingga masyarakat menganggap bahwa demo menjadi sarana mengeluarkan aspirasi dan ketidak sukaan. Yang kemudian menjadi kebiasaan dan hobby bangsa kita.
Ketika demonstrasi yang baik, tertib dan damai dijadikan sarana aspirasi rakyat, Itu tidak terlalu bermasalah. Tapi, Yang sangat menakutkan dari Hobby bangsa kita ini adalah ‘Demonstrasi Anarkis’ banyak demo – demo berakhir dengan kekerasan yang kemudian menimbulkan korban, merusak sarana umum. Hal – hal tersebut yang kemudian membuat demonstrasi menjadi ahal yang lekat dengan nilai negatif. Tapi, walau sudah menimbulkan banyak kerugian dan korban. Tapi demonstrasi masih menjadi hobby yang marak di lakukan.
Demo anarkis:


 
Jadi, kita harus lebih dewasa lagi dalam bertindak…!

0 komentar:

Posting Komentar