Rabu, 19 Juni 2013

Dimana Rasa Malu Tersembunyi????




Malu adalah identitas bu­daya timur, terutama Negara kita indonesia yang katanya masih memegang teguh budaya malu, malu itulah yang membedakan manusia dengan binatang. Namun terkadang rasa malu itu hilang ketika manusia tergoda oleh gemerlapnya kehidupan dunia. Bahkan akibat hilangnya rasa malu dalam diri kita (manusia), sikap manusia jauh lebih rendah dari pada binatang. Mungkin inilah kegelisahan yang sedang kita rasakan saat ini, hilangnya Budaya yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat, yaitu Budaya Malu, banyak berbagai macam berita baik media elektronik maupun cetak, tentang banyaknya orang yang sudah tidak memiliki Budaya Malu, baik Malu atas diri sendiri, keluarga, intitusi, agama bahkan bangsa.
Kata “malu” banyak diper­bin­cangkan dari dulu sampai sekarang. Bahasa “malu” tidak hanya dibicarakan da­lam ruang lingkup  agama, tapi sudah meluas ke segala aspek kehidupan, termasuk aspek politik dan kepemim­pinan yang kian sering ter­dengar di telinga kita bela­kangan ini.  Budaya malu memang sudah tinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita,  inilah faktor utama yang mengakibatkan orang orang sekarang tidak merasa canggung bahkan terang-terangan. Timbul pertanyaan  kemanakah budaya malu yang lekat dengan masyarakat Indonesia ?
Sejenak coba kita cermati makna atau arti kata malu diatas, apakah kita sekarang masih mempunyai perasaan seperti merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) ? mungkin sebagian masih merasakanya dan juga rasa malu itu mulai perlahan sudah kita hilangkan dari d
Jika melihat realitas ke­hidu­pan di Indonesia saat ini, ternyata rasa malu juga menjadi barang langka di negeri ini. Rasa malu tidak hanya terkikis bahkan habis, contoh kecil hilangnya malu didalam keluarga Seorang anak tidak punya rasa malu ber­kata-kata kasar dan tidak sopan kepa­da orang tuanya. Seorang bapak  dan ibu yang semes­ti­nya menjadi teladan, tidak malu memper­tontonkan per­teng­karan besar di hada­pan anak­nya. Contoh lain Hal serupa juga terjadi pada pemimpin-pemimpin kita. Sosok yang semestinya menjadi contoh dan suri tauladan, malah memper­tontonkan hal-hal yang jauh dari teladan itu sendiri. Pemimpin-pemimpin sekarang cenderung tidak punya budaya malu dan sibuk terus melaku­kan KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme) terhadap harta rakyatnya. Mereka juga tidak malu mempertontonkan jiwa premanisme dengan aksi baku hantam sesama mereka, kepada jutaan rakyat In­donesia, Seorang polisi mau diso­gok, juga karena hilangnya rasa malu. Seorang ha­kim yang sepatutnyan menjadi dewa ke­adilan, tidak punya rasa malu la­gi me­ne­rima titi­pan uang da­ri ter­dak­wa untuk meng­hapus dakwaan atau mengurangi kadar huku­man­nya di pengadilan.
Yang lebih tragis lagi, kini masyarakat kita yang dulu terkenal akan sopan santun dan tatakramanya, kini mulai luntur.. ketika pakaian dulu menjadi lambang kesopanan dan kehormatan bagi kita.. kini mulai tidak dianggap, tidak malu mempertotonkan tubuh, dengan baju yang sering orang bilang baju kurang benang, or baju belum jadi. Kini baju seperti itu suah menjadi hal yang biasa, bahkan banyak yang tidak sungkan hanya memakai bikini di depan umum. Padahal dulu hal seperti itu di anggap sangat tabu.

 before                                                                              now



               Bahkan saking lunturnya budaya malu di negara kita ini, banyak orang merasa biasa ketika mereka mengupload video – video porno mereka..
Ini lah sedikit contoh dimana hilangnya budaya malu dinegeri kita ini. Sangat ‘TRAGIS’...... =_=

0 komentar:

Posting Komentar